itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/WebPage'>
=Hamimku

Si Momo bagian ke-2

13 komentar

 Si Momo

Oleh Hamimeha

Cerita Momo edisi 1

Momo asyik bersenang-senang di hutan. Setelah lelah bermain, ia mencari pohon dari buah kesukaannya. Apalagi perutnya sudah mulai keroncongan, energinya terkuras sebab meloncat ke sana kemari. Namun ia sedang ingin mencari suasana baru. Ia ingin makan di pinggir sungai. 

Si momo makan pisang

Momo benar-benar sudah lupa dengan kejadian si katak tua yang tertindih batu. Dia merasa puas meninggalkan si katak tua dan menghabiskan waktunya bergelantungan di ranting dan dahan pohon. "Ahaaa, sungai di tepi hutan ini tampaknya enak untuk menemani makan soreku," seru Momo sembari membawa beberapa buah pisang di tangannya. 


Hari mulai gelap, akan tetapi semangat Momo mencapai tepi hutan untuk mencari sungai sangat kuat. Dia menelusuri pohon dan jalanan setapak hingga melihat gemericik air. "Wah, akhirnya ketemu juga!" Teriak Momo girang. 


Momo memilih satu pohon besar dengan ranting menjuntai ke bibir sungai. Dia menggelayut santai sambil mengunyah pisang yang dia petik. Sayangnya, kebiasaan buruk Momo masih sama, ia membuang kulit pisang sembarang.


Beberapa tersangkut di dahan dekat dia duduk. Karena terlalu asyik makan dengan dibelai angin sepoi. Momo semakin mencari posisi untuk bisa rebahan sambil makan pisang. 


Namun ironisnya, Momo yang tak hati-hati saat akan bangkit malah terpeleset kulit pisang yang menyangkut di dahan. Akibatnya, Momo tergelincir dan tak bisa menahan keseimbangan ia pun terjebur ke sungai. Byurrr!


Si Momo terjebur ke sungai

Suaranya tubuh Momo yang terjatuh ke sungai cukup keras. Rupanya suara itu terdengar hewan lain yang sedang lewat. "Suara apa itu?"seru Jerapah sedikit kaget. Jerapah yang kebetulan sedang lewat untuk kembali ke dalam hutan menelusuri asal suara yang ia dengar.


Jerapah melihat ada binatang yang terjebur di pinggir sungai. Ia ingat pesan raja hutan, bahwa antar binatang harus saling membantu dan melindungi. Ia kemudian berjalan agak cepat ke arah sungai memastikan siapa yang terjatuh. 


Jerapah seketika kaget ketika melihat tubuh berbulu da membawa pisang. "MOMO!" Teriak jerapah. Dia teringat kejadian tadi pagi pertemuannya dengan Momo yang membuang kulit pisang sembarangan. 


Sebenarnya jerapah masih marah kepada Momo. Namun melihat Momo yang sedang kesulitan dan hampir tenggelam ia pun tak tega. "Toloooong…. Toloooong!" Dalam kondisi bulu basah Momo berusaha untuk terus menggerakkan badannya agar tak tenggelam. Sekilas Momo melihat tubuh tinggi jerapah yang berlalu dari pinggir sungai.

Momo jadi teringat dengan kejadian si katak tua. 


Rupanya jerapah langsung pergi ke dalam hutan untuk mencari bantuan. Ternyata di tengah perjalanan dia berpapasan dengan seekor katak tua. Terlihat kakinya sedang sakit. Si katak tua bercerita jika kakinya tertindih batu tadi pagi ketika jerapah bertanya.


Jerapah dan si katak tua


Kemudian jerapah gantian menceritakan yang baru saja dia temukan di pinggir sungai. Katak tua adalah katak yang bijak. Meski sikap Momo padsnya tadi pagi adalah perbuatan yang buruk. Namun si katak tua tak berniat membalas dendam. 


Tanpa menceritakan kejadian tadi pagi saat di katak tua ditinggal oleh Momo ketika dia kesulitan. Ia meminta jerapah untuk mengantarnya menunjukkan di mana letak jatuhnya Momo. Dengan sigap jerapah memandu jalan dan menyusuri hutan menuju ke arah sunggi tepi hutan.


Nah, kira-kira bagaimana cara si katak tua dan jerapah membantu Momo?


Si Momo mulai tenggelam



Hamimeha
Hamimeha
Bismillah, lahir di Pulau Garam, tumbuh di kota Santri, menetap di kota Pahlawan., Saat ini suka berbagi tentang kepenulisan-keseharian-dan parenting., ● Pendidik, ● Penulis 11 buku antologi sejak 2018, ● Kontributor di beberapa media online lokal dan nasional sejak 2019, ● Praktisi read a loud dan berkisah, ● Memenangkan beberapa kompetisi menulis dan berkisah, ● Narasumber di beberapa komunitas tentang parenting dan literasi. ●

Related Posts

13 komentar

  1. Wah masih bersambung, jadi penasaran :) setelah baca bagian pertama, ikut sebel sama Momo udah tinggi hati dan jahat sama hewan lain. Di bagian ini kena batunya dan dia butuh pertolongan hewan lain.

    Memanglah ya, hidup gak boleh sombong dan jumawa sebab kita pasti butuh bantuan orang lain :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hwkakaka.. gitu ya Mas. Ini cerita anak. Terus kalo orang gede aja sebel ntar anak2 ikut sebel lihat monyet hwkakaka

      Hapus
  2. Waduh jangan ditiru ya apa yang dilakukan momo saat sang katak membutuhkan pertolongan seperti itu. Walaupun berbeda satu sama lain, tapi tetap harus peduli satu sama lain. Setiap orang tidak bisa hidup sendirian, pasti butuh pertolongan suatu saat nanti jika berpapasan.

    Penasaran sama cerita selanjutnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup... pesan dalam cerita juga gitu.alhamdulillah kalo jelas ketangkepnya ya mas .. ini cerita anak berupa fabel.

      Hapus
  3. Penasaran kisah selanjutnya mbak. Mbak kayaknya bagus kalau dijadikan buku apalagi ilustrasi mantul banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah gitu ya mbak. Hehee. Ini iseng aja sih mbak. Bikin cernak pas lagi hetik atau kangen nulis fiksi ..ilustrasi by canva aja sih mbak

      Hapus
  4. Momo kena ulahnya sendiri deh setrlah sebelumnya dia bikin temannya terluka. Cerita selnjutnya kayaknya Momo insaf ya mbak? Hihi... Soalnys jerapah ktmu sama katak bijak sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hwkaka ketebak gitu ya mbak endingnya macam cerita sinetron tipi aja hihihi

      Hapus
  5. Pastinya si Momo dapat getahnya sendiri ya, padahal cukup beri bantuannya aja ke temannya itu.. Bersambung nih ceritanya, ternyata ini udh bagian dua ding, hehe eh berarti ada cerita season 1nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada di awal paragaraf udah tak kasih link mbakk hehehe...memang ini semacam cerbung tapi cernak.

      Hapus
  6. Ya Allah,
    Sedihnya dengan nasib katak tua yang tertimpa batu.
    Rasanya less emphaty begini kudu dilatihkan menggunakan cerita yang digambarkan menggunakan hewan yang anak-anak kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehhee....aku suka bikin cerita gini karena salah satu alasannya bisa ngarang buat memasukkan nilai nilai ke anak anakku mbak

      Hapus
  7. wah seruu ceritanya bikin penasaran gimana nasib momo selanjutnya. btw itu ilustrasinya bikin sendiri juga, mbak?

    BalasHapus

Posting Komentar