itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/WebPage'>
=Hamimku

Gadis kecil

Posting Komentar

GADIS KECIL

Oleh Hamimeha

Si gadis kecil bermain origami

"Akhhhh" teriakannya memekakan telinga. 

"Ehmmm... maaf maaf" dengan gugup sambil menunduk dia meminta maaf.

Orang yang ditabrak tak begitu peduli. Sambil lalu hanya terdengar suara pelannya berucap " Tak apa...". 

Setelah ku pastikan bahwa dah tak ada orang depanku, kuberanikan diri untuk mengangkat kepala lagi. Walau aku tahu, buku yang kubawa masih berserakan di lantai depan kelas. Lalu segera ku kabur dari tempat itu. Pikiranku kayaknya dah gak beres.Gara-gara kuis nech.. gerutuku dalam hati.

Sehari, seminggu, sebulan, dan dua bulan kemudian.

"Ari, ada sesuatu untuk kamu nich!" ucap Ria padaku. Kuambil amplop coklat itu, lalu kubuka dengan tenang di kamarku itu. Ehm, aneh juga.

Kenapa cuma isi kertas gak bertulis apa-apa. Apaan nih?

Ya, itulah hari pertama yang aneh untuk hidupku selanjutnya.

"Akhhhhhhhhhhh!!!!" 

"Siapa yang ngirimin aku kertas kosongan".

Ini adalah kertas kosong ke 11 yang aku terima selama hampir satu minggu ini.

Ya cukup sudah! Tak ada tanda- tanda kehidupan siapa yang mengirim kertas putih kosongan ini. Serba misterius. Secret admirer darimana ini?

Ya Tuhan! Tugas menumpuk, amanah terbengkalai. Siapa pula iseng ngerjain nih! 
Akhhh, ingin pecah saja. Awas ya! jika ketemu orangnya. Ingin aku jitak!

Dihari ke 14, sudah tak ada lagi kertas kosong berbalut amplop coklat yang nyasar ke kosku lagi. Ehmmm, sudah 3 hari, apa yang ngirim tahu ya, kalau aku ingin menjitak kepalanya jika ketahuan orangnya? Akhirnya aku penasaran juga.

Ke esokan hari, aku jalan-jalan ke taman belakang kampus. Ku lihat gadis kecil sedang bermain-main burung dari origami berwarna-warni. Asyik sedang menyelami dunia mayanya. Gadis kecil tak sadar jika aku sudah ada disampingnya.

"Asyik ya mainnya?" sapaku membuyarkan imajinasinya. Sempat terlihat raut wajah kaget namun secara seketika berubah senyuman lugu. Akupun tersenyum balik.

Gadis kecil menggerak-gerakkan tangannya seakan-akan sedang berbicara sesuatu. Tapi aku tak paham dengan apa yang gadis kecil maksud. 

"Terima kasih mbak" suara dibelakangku lembut. Wanita paruh baya menghampiriku. 

"Dia mengucapkan terimakasih kepada mbak"ucapnya lagi. 

Ah, wajah tak mengerti tergores jelas, hehe, aku hanya bisa cengar cengir. Maklum gak ngerti. Akhirnya, aku tahu bahwa gadis kecil bisu. 

Dan misteri kertas putih kosong terungkap sudah, karena selama ini yang mengirimkan kertas putih itu adalah gadis kecil.

Sebagai tanda terima kasih kepadaku yang pernah memberinya sebuah kertas putih 14 buah untuknya belajar membuat origami burung. 

Gadis kecil takut untuk menemui aku, maka cara dia berterimakasih dengan cara mengirim balik kertas kosong itu lewat amplop.

Ya Tuhan! Dengan kondisi yang tidak cukup sempurna bagi kami yang melihat. Gadis kecil masih tahu bagaimana cara berterima kasih kepada orang lain. Padahal, apalah arti kertas kosong di banding paras senang yang terpancar pada wajah si gadis kecil ketika bisa membuat origami pertama kali di kertas yang ke-14.

Oh Tuhan! 
Inikah teguranMu untukku yang tak mudah berucap terimakasih kepada orang. Aku berjanji bahwa aku akan lebih mudah mengucapkan terimaksaih untuk sesuatu hal kecil sekalipun.

Ehmmm, pengalaman yang cukup memberi teguran padaku yang egois. Terimakasih Ya Robb, atas segala pengalaman yang terjadi adalah goresan tinta kehidupanku. Melalui pertemuanku dengan si gadis kecil.


 ********** Surabaya, 22 Pebruari 2010 @10.40 pm
Hamimeha
Hamimeha
Bismillah, lahir di Pulau Garam, tumbuh di kota Santri, menetap di kota Pahlawan., Saat ini suka berbagi tentang kepenulisan-keseharian-dan parenting., ● Pendidik, ● Penulis 11 buku antologi sejak 2018, ● Kontributor di beberapa media online lokal dan nasional sejak 2019, ● Praktisi read a loud dan berkisah, ● Memenangkan beberapa kompetisi menulis dan berkisah, ● Narasumber di beberapa komunitas tentang parenting dan literasi. ●

Related Posts

Posting Komentar